Skip to main content

Tolong sampaikan pada Laboon


tolong sampaikan pada labon
jika kami tidak dapat kembali lagi
bernyanyi suka cita,
meminum angur hingga kembung

pasti kini kau sudah besar labon,
tubuh menjelma karang raksasa
yang selalu tegar pada ombak dan
menjadi rumah bagi para camar tersesat

tolong katakan pada labon
jika panah beracun di dada kami
sudah membuat jarak yang amat jauh
bahkan tidak sempat suara ini terdengar padamu

tolong sampaikan pada labon
jika kami tidak bisa menepati janji kali ini

: maaf

12 januari 2012

NB.
Labon: seekor paus besar yang hidup di reverse mountain, pintu masuk greenline. Seekor ikan paus yang terpisah oleh kawanan dan akhirnya mengikuti bajak laut Rumba. Karena laut yang begitu buas, sehingga labon yang saat itu masih kecil ditinggal di reverse mountain dan dititipi oleh seorang penjaga mercusuar. Namun bajak laut rumba akhirnya tidak pernah kembali akibat semua awak tewas dalam pertempuran. 50 tahun labon menanti, dan mungkin tidak akan pernah berhenti menanti.

Comments

Popular posts from this blog

Pada suatu Saat Nanti

 untuk: devi rosdiani Januari tiba juga. Bulan yang selalu dijadikann tumbal dalam perayaan kembang api.  Langit malam pertama benar-benar terang, penuh bunga yang selalu  saja bercahaya dan meledak tanpa sedikit pun menoleh ke arah kita.                 Aku sendiri di antara ribuan pasangan manusia. Menunggumu, dalam perjanjian bertemu di tempat yang tidak jauh dari bianglala ini, sepertinya nanti senyummu akan tersamar oleh keremangan malam. Bintang bertaburan.                 Arloji selalu ku sapa setia menit, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, seolah tidak sabar untuk bertemu denganmu. Kembang api sudah mulai dinyalakan, tapi hanya sebagian kecil saja. Bianglala ini semakin menawarkan ilusi akan hadirnya kehidupan malam.              ...

Just For Mom

Pertemuan kita adalah kepak sayap kupu yang selalu kita tangkap sebelum musim gugur senja menjadi tirai merah besar tergantung pada langit, pada udara, pada waktu Dulu kau pernah bilang kita adalah lautan yang berawal dari sungai di hulu ujung hutan mengalir tenang perlahan menuju tujuan yang tidak pernah berpikir akan jadi hujan Lalu kapan kita bertemu kembali? merangkai rindu di balik purnama, juga awan gelap yang mengambang di sana, di angkasa yang mencoba pudar Medan Satria, 11-12-2012

Kumpulan Puisi: Ada senja saat itu, tentu saja kau juga ada

Ini kumpulan puisi saya yang ke-3. Kumpulan puisi yang saya buat dalam proses sekitar 3 bulan. Saat itu saya berpikir membuat kumpulan puisi ini merupakan syarat saya untuk keluar dari pekerjaan menjadi administrasi perusahaan di daerah cikarang. Apa yang menarik dari buku ini? Bagi saya kematangan dalam menempatan kata-kata yang bersifat klise. Selamat menikmati... http://www.mediafire.com/?6272qeh74x8haa5