Bab I Kau percaya pada mimpi kak? Tanyamu setelah kau terbangun dari tidur. Kau mengirim pertanyaan itu dalam pesan singkat, jam 3 pagi aku menerimanya. Tentu saja aku tidak bisa langsung membalas, karena sedang asik menyulam lelah menjadi mimpi. Setelah aku bangun sebelum subuh aku baca pesan itu lalu membalasnya. Ada beberapa panggilan tidak terjawab darimu. Hal itu yang membuatku khawatir, apa mimpi buruk tentang mantan kekasihmu dulu. Ya, kau menghentikan hubunganmu dengannya kau selalu saja teringat kenangan dengannya. Kau masih saja mencintainya, ya kau selalu saja cerita padaku. Kubasuh mukaku dengan air di westafel, kupandang kedua mataku dengan dalam di balik cermin barangkali aku temukan kau di sana. Kemudian aku tertawa atas pikiranku yang bodoh itu. Ah, tapi mencintai seseorang bukankah hal yang bodoh. Kuambil wudhu lalu salat. Setelah kulihat telepon genggamku, ada beberapa pesan masuk darimu dan panggilan tidak terjawab. Aku mengirim pesan dan menanyaka...
Ialah Tempat dan saat orang dewasa kembali menjadi anak-anak,