Skip to main content

lirik lagu, entah judulnya apa

Tepat di tempat ini, daun pun berguguran
Kelopak bunga jatuh dari rantingnya
Hanya pohon yang tua, diam tidak berkata
Memandang kagum pada awan yang berarak
Entah berapa lama aku bertahan
Menunggumu kembali ke dalam pelukku
Sementara itu musim terus saja berganti
Menghembuskan angin yang tak bisa aku tahan

Mungkinkah
Kau tiba juga, dengan ingatanmu yang sama
Tentang kebersamaan, tentang hal yang terlewat
Dan nanti akan kuceritakan segala rinduku
Menatap matamu mendengar suaramu ku rindu

Dua orang anak, mengejar layang-layang
Berlari Terjatuh, lalu menangis
Seperti kita dulu sebelum kau pergi
Terus bersama, dan bermimpi untuk bisa terbang
Hingga pada akhirnya kau pergi meninggalkanku

Mengingatmu membuatku tidak berdaya

Kumohon
Cepatlah kembali, aku selalu menunggumu
Sampai habis detik-detik terakhir umurku ini
Dan nanti akan kusampaikan segala rinduku
Melihat senyummu, mendengar tawamu ku rindu

Haruskah aku pergi mencari yang lain
Yang wajahnya seperti dirimu, Atau aku harus menghitung waktu
Sabar Menunggu kepulanganmu
entah Sampai kapan, kau kembali bersamaku

Datanglah
Cepatlah kemari, untuk menemuiku lagi
Aku tidak bisa menahan perasaanku ini
Dan nanti akan kuceritakan segala rinduku
Memandang wajahmu, mendengar bisikmu ku rindu


desember 2010


by: watip dan figi

Comments

Popular posts from this blog

Pada suatu Saat Nanti

 untuk: devi rosdiani Januari tiba juga. Bulan yang selalu dijadikann tumbal dalam perayaan kembang api.  Langit malam pertama benar-benar terang, penuh bunga yang selalu  saja bercahaya dan meledak tanpa sedikit pun menoleh ke arah kita.                 Aku sendiri di antara ribuan pasangan manusia. Menunggumu, dalam perjanjian bertemu di tempat yang tidak jauh dari bianglala ini, sepertinya nanti senyummu akan tersamar oleh keremangan malam. Bintang bertaburan.                 Arloji selalu ku sapa setia menit, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, seolah tidak sabar untuk bertemu denganmu. Kembang api sudah mulai dinyalakan, tapi hanya sebagian kecil saja. Bianglala ini semakin menawarkan ilusi akan hadirnya kehidupan malam.              ...

Kumpulan Puisi: Ada senja saat itu, tentu saja kau juga ada

Ini kumpulan puisi saya yang ke-3. Kumpulan puisi yang saya buat dalam proses sekitar 3 bulan. Saat itu saya berpikir membuat kumpulan puisi ini merupakan syarat saya untuk keluar dari pekerjaan menjadi administrasi perusahaan di daerah cikarang. Apa yang menarik dari buku ini? Bagi saya kematangan dalam menempatan kata-kata yang bersifat klise. Selamat menikmati... http://www.mediafire.com/?6272qeh74x8haa5

peternakan anjing

nanti kita akan berternak anjing, dan rumah kita akan penuh suara gongongan dari anak-anak nya yang mengajak bermain bola kita akan mengajrkan mereka cinta yang sederhana dan juga kesetiaan yang luar biasa mungkin kita akan menangis, saat kita menjual cinta itu dan kita hanya bisa berdoa cinta kita akan menghasilkan cinta baru pada pembeli nya. mari kita membuatnya. membuat perternakan anjing dengan cinta 11 June 2011 at 10:48