Sebagian
besar puisi Museum Hujan merefleksikan perasaan tabah seorang pecinta
yang berhati lembut. Ialah sosok berprasangka positif –merenungi masa
lalu tak sebatas penyesalan. Kadang terdapat kesedihan yang sungguh
ngilu, tetapi dialihkan langsung kepada harapan yang belum pasti
perwujudannya. Dengan apa? Penyair membantahnya dengan pertanyaan
–semacam sanggahan mungkin. Melalui puisi “Kenangan”, penyair ingin
berlurus-pikir atas ingatan, atau dalam puisi “Mendadak”, yang coba
menghibur: karena ada perasaan yang mesti terjaga karena ada hati yang
tak boleh retak. Namun, ketika puisi seolah tak menjawab apa-apa,
penyair memilih diam. Sebab, diam yang demikian itu juga berarti
membiarkan khayalan terasa benar-benar ada, dan terus berkembang.
Lantas, tak heran apabila puisi “Pada Bait Ketiga” ia pun gundah karena
usahanya menggapai cintanya begitu sia-sia belaka. Di sinilah letak
kesimpang-siuaran, penyair tidak bisa menghentikan imajinasi, tatkala
kenyataan tidak berpihak kepadanya. Itulah mengapa puisi “Sirkus”,
“Menjaring Tuhan”, dan “Kura-Kura” menjadi beberapa contoh atas dunia
permainan (kata-kata) di mana penyair tidak hilang akal selagi kesepian.
Sisanya, ada puisi-puisi yang dialamatkan untuk orang-orang terdekat.
Yang penting dicatat: sang penulis Museum Hujan menggarisbawahi bahwa
dalam urusan cinta jangan pernah takut kecewa, pasalnya hal itu
merupakan keniscayaan, asalkan tidak sampai trauma. Karena trauma
membuat kita tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan menulis puisi
sekalipun.
dialog saat malam Watip: den, akhirnya saya menemukan cara untuk ke jepang, lalu bertemu dengan yoshioka kiyoe. Deny: bagaimana tip Watip: naik pesawat Dialog malam hari Deny : Tip, kenapa lw punya banyak tokoh favorit? Watip : Biar bisa minta tandatangannya dialog pagi: deny: kalo lw ketemu singa apa yang lu lakukan? watip: berdoa semoga singa itu sudah kenyang Obrolan tengah malam Watip : den, kalo mau begadang ada satu syarat penting Deny : apa Tip Watip : Jangan tidur dialog jam 8 malam: deny: kalo lw nyasar di tempat yang nga ada airnya trus lw haus, cara buat lw dapat air gimana? Watip: ambil di ransel dialog jam 8 malam: deny: kalo lw nyasar di tempat yang nga ada airnya trus lw haus, cara buat lw dapat air gimana? Watip: ambil di ransel dialog malam: deny: gw bayarin makanan lw 10 ribu Watip: seribu, ambil atau tidak.
Comments
Post a Comment