Skip to main content

Cipinang 2

Bu,
Malam ini ia serba berbaju ungu,
dengan kacamata seharga dua puluh ribu

Namanya kemala,
berumur sembilan belasan
berasal dari desa,
mengadu nasib di jakarta
lapak sederhana,
sebuah lubang sebesar orang dewasa
antara tembok pemisah jalanan dan rel
kereta

cahaya remang, purnama jadi lampu bohlam
tidak jarang kereta lewat saat dia layani
pelanggan
membuat tubuh bergetar karena hanya tipis
berjarak
atau suara klakson kendaraan, atau polisi
melintas

namanya kemala,
malam itu kita menjelma binatang
sepasang anjing di pinggir kereta,
menikmati bersama ranum rembulan

namanya kemala,
ia lepaskan kacamatanya
agar dunia ini jadi berbayang
dan tetap berbayang

Sep 13 ·

Comments

Popular posts from this blog

Mengenang Mantan Pacar

Mengenang mantan pacar Semenjak pagi tadi dia berpikir untuk menikah. Sebenarnya pikiran itu sudah ada setahun yang lalu, hanya saja ia anggap sebagai kelakar yang begitu serius, atau keseriusan yang begitu kelakar. Ia kemudian melaju dengan sepeda motor menuju menteng dari bekasi. Sepanjang jalan raya bekasi ia pun memikirkan kelakarnya yang begitu serius itu.                 Ketika pekerjaannya hanya menghasilkan enam ratus ribu rupiah sebulan, ia pun mengatakan kelakar atau keseriusannya tersebut. Ingin menikah tapi tidak mempunyai 2 hal yang paling penting agar hal tersebut terjadi, yaitu uang dan calonnya. Ia pun suka tertawa pada keseriusannya tersebut, dan suka serius saat ada temannya yang menertawakan kebodohannya yang bukan main itu.                 Kini pekerjaannya sudah membaik. Bisa bayar kontrakan, bantu bayar ta...

peternakan anjing

nanti kita akan berternak anjing, dan rumah kita akan penuh suara gongongan dari anak-anak nya yang mengajak bermain bola kita akan mengajrkan mereka cinta yang sederhana dan juga kesetiaan yang luar biasa mungkin kita akan menangis, saat kita menjual cinta itu dan kita hanya bisa berdoa cinta kita akan menghasilkan cinta baru pada pembeli nya. mari kita membuatnya. membuat perternakan anjing dengan cinta 11 June 2011 at 10:48

di antara hujan saat itu

saat itu kita melewati hujan bersama bukan, hingga air mata kita hanyut dalam keremangan dan kita sama-sama lupa, jika payung belum sama sekali kita buka langkah kita yang perlahan, sepatu kita yang kotor karena genangan menjadi hal yang tidak pernah kita perbincangkan "kita jadi anak kecil bukan?" bisikmu di antara bau aspal dan gengaman yang terkadang terlepas