Skip to main content

Ruangan

I

Menikmati wajahmu pagi ini
Seperti mengecap batang kayu es krim
Atau permen kapas pada karnaval
Di atasnya ada kembang api yang mekar
Berdekecap lalu pudar di detik selanjutnya


II

di sudut ruang, 
antara meja meja dan lemari, 
kau bermanja mesra dengan telepon gengam secara rahasia. 
jemarimu menjelma busa dalam capucino, atau kata dalam puisi

III

Tadi kita berpapas, 
di depan ruang--yang seperti surga karena udaranya lebih dingin daripada di luar-- saling mengalah mengenai siapa yang masuk lebih dahulu dan siapa yang akan menutup pintu. 
Kau tersenyum sambil membagi jika kau yang masuk lebih dahulu lalu akulah yang menutup pintu.

IV

Seharusnya jumat ini kita bertemu, 
bekerja dengan hati sembari berbasa basi 
mengenai cuaca yang tak kunjung ramah, 
beberapa burung gereja yang membuat sarang di sela-sela ventilasi udara, 
atau tentang masa depan yang tampak samar.


April 2014 

Comments

Popular posts from this blog

Mengenang Mantan Pacar

Mengenang mantan pacar Semenjak pagi tadi dia berpikir untuk menikah. Sebenarnya pikiran itu sudah ada setahun yang lalu, hanya saja ia anggap sebagai kelakar yang begitu serius, atau keseriusan yang begitu kelakar. Ia kemudian melaju dengan sepeda motor menuju menteng dari bekasi. Sepanjang jalan raya bekasi ia pun memikirkan kelakarnya yang begitu serius itu.                 Ketika pekerjaannya hanya menghasilkan enam ratus ribu rupiah sebulan, ia pun mengatakan kelakar atau keseriusannya tersebut. Ingin menikah tapi tidak mempunyai 2 hal yang paling penting agar hal tersebut terjadi, yaitu uang dan calonnya. Ia pun suka tertawa pada keseriusannya tersebut, dan suka serius saat ada temannya yang menertawakan kebodohannya yang bukan main itu.                 Kini pekerjaannya sudah membaik. Bisa bayar kontrakan, bantu bayar ta...

peternakan anjing

nanti kita akan berternak anjing, dan rumah kita akan penuh suara gongongan dari anak-anak nya yang mengajak bermain bola kita akan mengajrkan mereka cinta yang sederhana dan juga kesetiaan yang luar biasa mungkin kita akan menangis, saat kita menjual cinta itu dan kita hanya bisa berdoa cinta kita akan menghasilkan cinta baru pada pembeli nya. mari kita membuatnya. membuat perternakan anjing dengan cinta 11 June 2011 at 10:48

di antara hujan saat itu

saat itu kita melewati hujan bersama bukan, hingga air mata kita hanyut dalam keremangan dan kita sama-sama lupa, jika payung belum sama sekali kita buka langkah kita yang perlahan, sepatu kita yang kotor karena genangan menjadi hal yang tidak pernah kita perbincangkan "kita jadi anak kecil bukan?" bisikmu di antara bau aspal dan gengaman yang terkadang terlepas