Skip to main content

Instagram

Instagram

Hari ini kau ceritakan pada seluruh dunia
Nikmatnya segelas besar es krim cokelat,
Mengoda seorang badut yang sedang kesepian
Berjalan di tengah malam dengan gaun hitam

Kau bersejingkat seperti anak-anak saat
Menelusuri trotoar yang kehilangan cahaya
Sedangkan wangimu
Terseok udara dingin dari pelabuhan
Bersama beberapa helai rambut
Dan suara palka-palka kapal

Setelahnya kau tertidur pulas,
Layaknya seorang putri
Di atas menara paling tinggi
Dengan selimut putih,
Piyama becorak merpati
Dan sedikit angka-angka
Yang sejak kemarin kita larutkan
Pada segelas air panas

Selamat tidur.

21 agustus 2012






Comments

Popular posts from this blog

Mengenang Mantan Pacar

Mengenang mantan pacar Semenjak pagi tadi dia berpikir untuk menikah. Sebenarnya pikiran itu sudah ada setahun yang lalu, hanya saja ia anggap sebagai kelakar yang begitu serius, atau keseriusan yang begitu kelakar. Ia kemudian melaju dengan sepeda motor menuju menteng dari bekasi. Sepanjang jalan raya bekasi ia pun memikirkan kelakarnya yang begitu serius itu.                 Ketika pekerjaannya hanya menghasilkan enam ratus ribu rupiah sebulan, ia pun mengatakan kelakar atau keseriusannya tersebut. Ingin menikah tapi tidak mempunyai 2 hal yang paling penting agar hal tersebut terjadi, yaitu uang dan calonnya. Ia pun suka tertawa pada keseriusannya tersebut, dan suka serius saat ada temannya yang menertawakan kebodohannya yang bukan main itu.                 Kini pekerjaannya sudah membaik. Bisa bayar kontrakan, bantu bayar ta...

peternakan anjing

nanti kita akan berternak anjing, dan rumah kita akan penuh suara gongongan dari anak-anak nya yang mengajak bermain bola kita akan mengajrkan mereka cinta yang sederhana dan juga kesetiaan yang luar biasa mungkin kita akan menangis, saat kita menjual cinta itu dan kita hanya bisa berdoa cinta kita akan menghasilkan cinta baru pada pembeli nya. mari kita membuatnya. membuat perternakan anjing dengan cinta 11 June 2011 at 10:48

di antara hujan saat itu

saat itu kita melewati hujan bersama bukan, hingga air mata kita hanyut dalam keremangan dan kita sama-sama lupa, jika payung belum sama sekali kita buka langkah kita yang perlahan, sepatu kita yang kotor karena genangan menjadi hal yang tidak pernah kita perbincangkan "kita jadi anak kecil bukan?" bisikmu di antara bau aspal dan gengaman yang terkadang terlepas