Skip to main content

Posts

Donat

Kau tak pernah menghabiskan dengan nikmat donat yang selalu kuberikan Hanya memandangi coklat yang ada di atasnya dan menerka apa yang ada di tengahnya Apa artinya? ucapmu Makan saja Tidak perlu menikmati yang tidak tampak Aku selalu mengatakan itu Takut kalau-kalau aku tidak bisa menjawabnya 2010

Ramalan II

Kau masih mengocok Kartu-kartu yang bisu itu Kau lupa jika bahasanya Tidak bisa kau mengerti maksudnya Tentang cinta Kau berharap jika ada sebuah kejaiban Dimana hal yang tidak akan terjadi Dikatakan oleh kartu-kartu itu Tiga lambang skop Kau bersedih, dan memikirkan mungkin ada yang salah lantas kau mengocok lagi berdoa semoga kartunya berubah tapi Takdir tidak bisa berubah kartu masih saja sama ada tiga lambang skop yang kau cocokan namanya

Tentang Malam Pertama Kita

Malam ini kita benar-benar membuka semua rahasia yang selalu kita tutupi dengan benang tipis yang terlajut rapih hingga sebuah keajaiban terjadi Melati sudah terjaga di ranjang kita wanginya selalu tercium setia bahkan saat kini kita akan bercinta dan purnama semakin menambah hasrat untuk kita saling mengenal tentu tanpa adanya satu pun rahasia yang menggangu ini sebuah ritual dalam cinta kita!! kita saling menatap sunyi tercipta cuman ada suara beberapa jangkrik saja yang sengaja kau beli di pasar kemarin dan melepasnya di belakang lemari ; jam weker di meja Telah kita buat bisu

Follback

sejujurnya jauh lebih menyenangkan mendengar kicaumu diam diam mencuri wajahmu dari balik ranting angsana tanpa sekali pun kau bisa tahu dimana aku berada :hujan mendadak gugur

Di Bawah Pohon Tua

Di bawah pohon tua                                     Mari kita duduk sejenak di sini Berbicara sedikit tentang cinta Yang tanpa sengaja dan disadari Hadir di antara kita Malam ini sepertinya bulan tidak akan muncul Untuk mengiringi melodi keheningan Yang kononnya Selalu dijadikan adegan bagi kaum romantis Sementara detik terus renkarnasi Bersama jarum jam yang tampaknya sudah bosan Mengitari angka-angka Yang selalu menjelajahi dunia yang sama Dan akhirnya kau duduk di sini walaupun hanya sejenak Mengikutiku untuk membicarakan sedikit tentang cinta Yang tanpa sengaja dan telah kau sadari Hadir di antara kita                            ...

Bianglala

Merupakan sebuah impian Jika kita menaikinya Sementara itu Lampu-lampu kota Tampak kecil dari atas Seperti kunang-kunang, pikirmu Balon gas berwarna merah yang kau bawa Lepas dari tanganmu Terbang, mencoba melihat kita Dari tempat yang lebih tinggi Kenapa matamu seperti itu Seolah ada hujan yang akan tercipta Apa karena balon gas itu? Badut-badut sudah mulai berkeliaran Kembang api sudah mulai dinyalakan Tapi senyummu terasa ilusi Matamu tetap kosong Bianglala ini terus berputar Bisu, dan akan selalu menawarkan Berbagai macam ilusi 21 02 2010