Skip to main content

Posts

Ratu Kaca

sebuah cepen Ratu Kaca Kau selalu bertanya kepadaku. Pertanyaan yang sama di setiap pagi dan senja. Terkadang malam sebelum kau tidur pun, kau bertanya hal yang sama kepadaku. Tetapi percayalah kecantikanmu abadi, bahkan aku tidak bisa berdusta di setiap jawab atas pertanyaanmu yang sama itu. “siapakah wanita paling cantik di dunia?” Tanya mu saat kelopak-kelopak bunga menyambut datangnya musim semi. Di negeri ini musim selalu berganti dengan teratur dan seimbangnya. Tidak ada yang bisa untuk mendahului atau pun merebut bagian muncul dari musim yang lain. “tentu saja kau, ratuku.” ucapku diantara kewajiban untuk berkata sebenarnya dan juga kejujuran tentang perasaanku mengenai kecantikannya. Aku selalu melihat keindahan mu melalui bias-bias cahaya yang sengaja masuk lewat jendela, dan secara sopan menyentuh semua bagian tubuhmu, bahkan menyentuh bibirmu yang selalu aku pikir itu adalah jelmaan pelangi. Walaupun terkadang aku kesal oleh sesuatu pemikiran yang bodoh...

romantikata

Romantikata Sepotong angin tersaji diatas piring yang tak nyata. Dia pandangi piring itu, Dan ia aduk-aduk dengan sendok. Dia coba untuk menambahkan gula, agar rasanya lebih manis. Mungkin baginya, rasa angin itu kurang manis. Dia sedang menunggu seseorang. Entah siapa yang ia tunggu. Seorang putri atau seorang bidadari. Seekor kucing naik ke atas meja itu. Suara kecil nya memecahkan suasana hening. Tapi kucing itu tak membuyarkan lamunan nya. Terlihat secarik kertas masih di hadapan nya masih saja kosong. Dan pena nya masih dimainkan dijemarinya. Dia adalah orang yang ingin menjadi seorang penyair. Yang selalu berusaha menyihir dengan mantra yang indah. Ia masih saja diam. Hanya memandang ke atas. Mencoba mencari bidadari yang mungkin berterbangan dan bersembunyi di antara awan. Sebuah pemikiran yang cukup tolol. Namun dia masih saja memandang ke atas. Kursi putih di hadapannya masih kosong. Tak ada yang duduk disana. Pandangan mata laki-laki itu masih kosong. Berha...

percakapan deny dan watip part 2

dialog saat malam Watip: den, akhirnya saya menemukan cara untuk ke jepang, lalu bertemu dengan yoshioka kiyoe. Deny: bagaimana tip Watip: naik pesawat   Dialog malam hari Deny : Tip, kenapa lw punya banyak tokoh favorit? Watip : Biar bisa minta tandatangannya   dialog pagi:  deny: kalo lw ketemu singa apa yang lu lakukan?  watip: berdoa semoga singa itu sudah kenyang     Obrolan tengah malam Watip : den, kalo mau begadang ada satu syarat penting Deny : apa Tip Watip : Jangan tidur   dialog jam 8 malam: deny: kalo lw nyasar di tempat yang nga ada airnya trus lw haus, cara buat lw dapat air gimana? Watip: ambil di ransel   dialog jam 8 malam: deny: kalo lw nyasar di tempat yang nga ada airnya trus lw haus, cara buat lw dapat air gimana? Watip: ambil di ransel     dialog malam: deny: gw bayarin makanan lw 10 ribu Watip: seribu, ambil atau tidak.  

percakapan deny dan watip part 1

Dialog malam hari Deny : Kalo lagi naek motor trus ada nyerempet, eh dia lari, apa yang bakal lw lakuin? Watip : catet nomornya, trus besok2 jangan diajak ngomong   Dialog malam hari Deny : Tip, gimana caranya kalo kita pengen ngasih tau rahasia ke orang laen? Watip : ngasih taunya harus rahasia.   Dialog pagi hari: Deni: bagaimana menanyakan jam kepada orang yg tdk bisa melihat jam? Watip: saya kan punya jam     Dialog pagi hari Deny : jika kita ingin menonton pertunjukkan teater, namun motor kita mogok. Apa yang akan kita lakukan? Watip : Kenapa kita harus menonton teater?     dialog jam 10; watip; bagaimana cara menghentikan kereta yang sedang melaju deny; tepuk pundak masinis sambil bilang kiri bang     Dialog malam hari Deny : bagaimana caranya membedakan orang yang minum kopi atau minum teh? Watip : tanya orangnya     Dialog malam hari Deny : bangau adalah hewan yang suka berdiri dengan satu kaki, apa yang terjadi jik...

Pada suatu Saat Nanti

 untuk: devi rosdiani Januari tiba juga. Bulan yang selalu dijadikann tumbal dalam perayaan kembang api.  Langit malam pertama benar-benar terang, penuh bunga yang selalu  saja bercahaya dan meledak tanpa sedikit pun menoleh ke arah kita.                 Aku sendiri di antara ribuan pasangan manusia. Menunggumu, dalam perjanjian bertemu di tempat yang tidak jauh dari bianglala ini, sepertinya nanti senyummu akan tersamar oleh keremangan malam. Bintang bertaburan.                 Arloji selalu ku sapa setia menit, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, seolah tidak sabar untuk bertemu denganmu. Kembang api sudah mulai dinyalakan, tapi hanya sebagian kecil saja. Bianglala ini semakin menawarkan ilusi akan hadirnya kehidupan malam.              ...

Seandainya saya tidak sempat mengatakan perasaan pada anda

            Tidak aku sangka, perasaanku padamu sudah seperti cairan infus yang dimasukan melalui jarum yang sudah ditembuskan di tangan kananku. Aku hanya bisa terbaring lemas, dan mencoba bertahan hanya dengan cairan yang sampai sekarang tidak aku tahu kandungannya itu.             Parahnya lagi, setiap suster yang lewat, yang selalu memakai pakaian berwarna putih selalu saja aku anggap kau. Kerinduanku sudah seperti kerinduan seorang musafir yang sangat ingin bertemu dengan air saat dia berada di tengah-tengah gurun yang luas, yang tidak ia ketahui ujungnya. Kerinduan yang telah menjadi fatamorgana yang telah mengubah lembah gurun menjadi oasis, dan kenyataan mata telah dirabunkan olehnya.             Aku masih tertidur di kamarku yang sempit. Memperhatikan setiap gerakan jarum jam dindingku yang sudah bosan...

Surat cinta saya yang pertama

Mungkin tulisan yang sedang terbaring lemas ini menggangumu dan juga menggangu waktu yang kau miliki, tapi ku mohon bacalah. Mereka sudah ku tugaskan untuk menyampaikan ribuan perasaan yang ku miliki padamu. Perasaan yang selalu hadir ketika kau lewat di hadapanku, dan juga singgah di lamunanku. Aku menulis surat ini tadi malam, saat bulan sedang purnama, saat malam tidak ditutup oleh awan. Awalnya hanya kertas yang membisikanku untuk menuliskan semua perasaanku padamu, lama-lama pulpen yang kemarin kau pinjamkan padaku pun ikut-ikutan. Akhirnya aku pun menulis juga, tentu saja di bawah bulan purnama. Jujur, sebuah kemunafikan jika aku mengatakan aku tidak menyukaimu, dan karena itu aku melakukan semua hal yang dapat membuat semua orang menyimpulkan jika aku menyukaimu. Memang pertemuan pertama kita saat kau berkunjung ke sekolahku tidak terlalu terasa debaran-debaran yang di ciptakan oleh jantung. Saat itu adalah hari dimana semua orang sedang jatuh cinta, sementara ...