sebuah cepen Ratu Kaca Kau selalu bertanya kepadaku. Pertanyaan yang sama di setiap pagi dan senja. Terkadang malam sebelum kau tidur pun, kau bertanya hal yang sama kepadaku. Tetapi percayalah kecantikanmu abadi, bahkan aku tidak bisa berdusta di setiap jawab atas pertanyaanmu yang sama itu. “siapakah wanita paling cantik di dunia?” Tanya mu saat kelopak-kelopak bunga menyambut datangnya musim semi. Di negeri ini musim selalu berganti dengan teratur dan seimbangnya. Tidak ada yang bisa untuk mendahului atau pun merebut bagian muncul dari musim yang lain. “tentu saja kau, ratuku.” ucapku diantara kewajiban untuk berkata sebenarnya dan juga kejujuran tentang perasaanku mengenai kecantikannya. Aku selalu melihat keindahan mu melalui bias-bias cahaya yang sengaja masuk lewat jendela, dan secara sopan menyentuh semua bagian tubuhmu, bahkan menyentuh bibirmu yang selalu aku pikir itu adalah jelmaan pelangi. Walaupun terkadang aku kesal oleh sesuatu pemikiran yang bodoh...
Ialah Tempat dan saat orang dewasa kembali menjadi anak-anak,